Innalillahi wainnailaihi roojiuun...hari ini sy masih melafalkan kalimat itu. meskipun lagi-lagi sy masih merasa tidak percaya teh desi meninggal dunia kemarin. Teh Desi itu kakak iparnya kakak sy. kakak dari Annisa, yang udah hampir 3 tahun dinikahi kakak sy afrian. sejak itu juga teh desi jadi bagian keluarga besar kami.
Meskipun tidak terlalu akrab, tapi beberapa kali kesempatan, kerap berinteraksi obrolan lewat jejaring sosial. Dimata sy, teh Desi itu muslimah sholihah, ibu yang baik dan penyayang buat anak-anaknya, istri sholihah bagi suaminya, kakak yang dibanggakan adik-adiknya, dan anak yang sangat dicintai kedua orangtuanya.
Rasa tidak percaya, campur haru pasti dirasa semua orang yang menhenalnya. apalagi mengingat dua putri kecilnya, Rahma (6 tahun) dan Raisa (3 tahun). "Rahma, ibu udah meninggal, jadi kakak Rahma jangan nakal, jagain juga Raisa" (kata om nya Rahma dan Raisa) dan rahma kecil yang sama sekali tidak meneteskan air mata sedikitpun, sambil terus menatap jenazah ibunya, dengan lemah hanya menjawab "iya" (T_T). Sedangkan Raisa belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. mungkinkah dihatinya meratap " mami..bangun mami..." sy tidak tahu (T_T)
Ya Allah....
itulah kematian, yang menghampiri siapa saja tanpa mengenal penolakan. Pernahkan mendengar ada seorang pezina, meninggal saat sedang berzina? atau pengguna narkoba meninggal abikat overdosis? penjudi dimeja judi? naudzubillah...
Sesungguhnya manusia telah memilih akhir hidupnya dan pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupannya. sebagaimana ia menjalani kehidupannya seperti itulah sebagian besar ia akan menghadapi kematiannya kerana sesungguhnya dengan menjalani kehidupan bererti kita sedang berjalan menuju kematian kita.
Ya Allah masih adakah sisa hari untukku? agar tunai segala kewajiban ku pada-Mu dan sesamaku, lilitan hutang, amanah yang belum tertunaikan, membahagiakan orang-orang yang sayang dan menyayangiku...
****
semoga...semoga masih ada waktu....dan izinkanlah ya Allah agar sy, dan kami semua bisa memilih cara kematian kami kelak...anugerahkanlah husnul khatimah...anugerahkanlah syahid ....
dan... memang kematian adalah nasihat terbaik dan guru kehidupan, sedikit saja kita lengah dari memikirkan kematian maka kita akan kehilangan guru terbaik dalam kehidupan sebgaimana Rasulullah SAW berkata:
Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepadamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang. dan telah aku tinggalakan kepada kamu semua dua penasihat yang satu dari padanya pandai berbicara dan yang satu lagi diam saja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu adalah maut. Apabila ada perasaan yang rumit diantara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan hadisku dan sekiranya hati kamu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati.
*****
"Allahummaghfirlaha warhamha wa'aafihi wa'fu'anha wa akrim nuzulaha, wawassi' mad khalahu wagh sil hu bi maain, watsaljin, wabarodin, wanaqqihi minal kha thaaya, kamaa yunaq qotstsaubul abyadhu minad danas, wa abdil hu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, waqihi fit natal qabri wa'adzaabannaari."
"Ya Allah, ampuni dan kasihanilah ia, sejahterahkanlah ia dan maafkan dan hormatilah kedatangannya, lapangkanlah tempat kediamannya, dan bersihkanlah ia dengan air, es dan embun, serta bersihkanlah ia dari dosa-dosanya sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Juga gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada rumahnya dahulu, gantilah keluarganya dengan yang lebih baik daripada keluarganya dulu, Dan peliharalah ia dari petaka kubur dan siksa neraka.
(dari HR Muslim)
****
mengenang teh desi sofariah (1980-2013) semoga Allah melapangkan kuburmu, teh ...
.jpg)