Cinta Kerja Harmoni

)I( Cinta Kerja Harmoni )I(

Senin, 25 Maret 2013

"kematian" sebuah nasihat terbaik




Innalillahi wainnailaihi roojiuun...hari ini sy masih melafalkan kalimat itu. meskipun lagi-lagi sy masih merasa tidak percaya teh desi meninggal dunia kemarin. Teh Desi itu kakak iparnya kakak sy. kakak dari Annisa, yang udah hampir 3 tahun dinikahi kakak sy afrian. sejak itu juga teh desi jadi bagian keluarga besar kami.

Meskipun tidak terlalu akrab, tapi beberapa kali kesempatan, kerap berinteraksi obrolan lewat jejaring sosial. Dimata sy, teh Desi itu muslimah sholihah, ibu yang baik dan penyayang buat anak-anaknya, istri sholihah bagi suaminya, kakak yang dibanggakan adik-adiknya, dan anak yang sangat dicintai kedua orangtuanya.

Rasa tidak percaya, campur haru pasti dirasa semua orang yang menhenalnya. apalagi mengingat dua putri kecilnya, Rahma (6 tahun) dan Raisa (3 tahun). "Rahma, ibu udah meninggal, jadi kakak Rahma jangan nakal, jagain juga Raisa" (kata om nya Rahma dan Raisa) dan rahma kecil yang sama sekali tidak meneteskan air mata sedikitpun, sambil terus menatap jenazah ibunya, dengan lemah hanya menjawab "iya" (T_T). Sedangkan Raisa belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi. mungkinkah dihatinya meratap " mami..bangun mami..." sy tidak tahu (T_T)

Ya Allah....

itulah kematian, yang menghampiri siapa saja tanpa mengenal penolakan. Pernahkan mendengar ada seorang pezina, meninggal saat sedang berzina? atau pengguna narkoba meninggal abikat overdosis? penjudi dimeja judi? naudzubillah...



Sesungguhnya manusia telah memilih akhir hidupnya dan pilihan itu ada pada bagaimana ia menjalani kehidupannya. sebagaimana ia menjalani kehidupannya seperti itulah sebagian besar ia akan menghadapi kematiannya kerana sesungguhnya dengan menjalani kehidupan bererti kita sedang berjalan menuju kematian kita.

Ya Allah masih adakah sisa hari untukku? agar tunai segala kewajiban ku pada-Mu dan sesamaku, lilitan hutang, amanah yang belum tertunaikan, membahagiakan orang-orang yang sayang dan menyayangiku...

****
semoga...semoga masih ada waktu....dan izinkanlah ya Allah agar sy, dan kami semua bisa memilih cara kematian kami kelak...anugerahkanlah husnul khatimah...anugerahkanlah syahid ....

dan... memang kematian adalah nasihat terbaik dan guru kehidupan, sedikit saja kita lengah dari memikirkan kematian maka kita akan kehilangan guru terbaik dalam kehidupan sebgaimana Rasulullah SAW berkata:

Dengarlah para sahabatku, aku tinggalkan kepadamu semua jalan yang benar dan jalan yang terang. dan telah aku tinggalakan kepada kamu semua dua penasihat yang satu dari padanya pandai berbicara dan yang satu lagi diam saja. Yang pandai bicara itu ialah Al-Quran dan yang diam itu adalah maut. Apabila ada perasaan yang rumit diantara kamu, maka hendaklah kamu semua kembali kepada Al-Quran dan hadisku dan sekiranya hati kamu berkeras maka lembutkan dia dengan mengambil pelajaran dari mati.

*****

"Allahummaghfirlaha warhamha wa'aafihi wa'fu'anha wa akrim nuzulaha, wawassi' mad khalahu wagh sil hu bi maa’in, watsaljin, wabarodin, wanaqqihi minal kha thaaya, kamaa yunaq qotstsaubul abyadhu minad danas, wa abdil hu daaran khairan min daarihi, wa ahlan khairan min ahlihi, waqihi fit natal qabri wa'adzaabannaari."

"Ya Allah, ampuni dan kasihanilah ia, sejahterahkanlah ia dan maafkan dan hormatilah kedatangannya, lapangkanlah tempat kediamannya, dan bersihkanlah ia dengan air, es dan embun, serta bersihkanlah ia dari dosa-dosanya sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Juga gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada rumahnya dahulu, gantilah keluarganya dengan yang lebih baik daripada keluarganya dulu, Dan peliharalah ia dari petaka kubur dan siksa neraka.
(dari HR Muslim)
****

mengenang teh desi sofariah (1980-2013) semoga Allah melapangkan kuburmu, teh ...

Kamis, 21 Maret 2013

Fenomena "cebong"



beberapa hari yang lalu, temen-temen dikantor heboh sama salah satu tayangan di salah satu TV swasta. katanya siiiiihhh ditayangan talkshow itu nampilin anak SMA yang supeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeerrr kaya (ada berapa tuh huruf "e"nya) sama gaya hidupnya yang super jetset set set seeeettt, kata orang sih sosialita gitu....
bayangin saudara-saudara, masa cuma buat beli tas aja sampe ngabisin 450jt!! wih bisa buat beli rumah itumah, ato mobil, ato kalo saudara-saudara mau stok kerupuk dirumah buat 40 tahun kedepan, bisa tuh :D
kehebohan berlanjut, karena penasaran, sy cari aja re-run acaranya...dan...tampaklah si sosialita itu mamerin barang-barang super mewahnya (asli tuh? #eh) dan lagi ..ternyata dia juga adalah seorang....yang tampak gak asing, dan lagi-lagi..dia....cebong! (ah ini nih kayanya yang jd sumber kehebohan)

komentar pertama dihati sy waktu itu, ternyata tanda-tanda kiamat udah bener-bener di depan mata. inilah saatnya serius ....

cebong (cw boongan) adalah istilah yang sering dipake suami sy buat nyebut laki-laki yang bergaya dan berpakaian kewatiaan. sama seperti waria (wanita-pria), atau dalam islam dikenal dengan istilah al-mukhonats

Al-Imam An-Nawawi Rahimahullahu mengatakan : ” Ulama mengatakan : Al-Mukhonats ada dua jenis, Jenis pertama adalah yang golongan yang diciptakan dalam keaadaan seperti itu, dan dia tidak memberat-beratkan dirinya ( baca . berusaha) untuk berakhlaq dengan akhlaq wanita, berhias, bicara dan bergerak seperti gerakan wanita. Bahkan hal tersebut merupakan kodrat yang Allah ciptakan atasnya, maka yang seperti ini tidak ada ejekan, celaan, dosa dan hukuman baginya karena sesungguhnya dia diberi udzur karena dia tidak membuat-buat hal tersebut. Jenis kedua dari Al-Mukhonats yaitu yang kodratnya tidak seperti itu, bahkan dia berusaha berakhlak, bergerak, bertabiat dan berbicara seperti wanita dan juga berhias dengan cara wanita berhias. Maka ini adalah tercela yang telah datang hadits yang shohih tentang laknat (terhadapnya)” (Syarh Shohih Muslim (7/317) secara ringkas).

gelar al-mukhonats berlaku buat cebong baik dia pelaku homoseksual(luhti) ataupun bukan pelaku homoseksual.

dalam masyrakat, kadang terjadi beberapa persepsi. ada beberapa orang yang menganggap, cebong itu adalah sebuah fitrah yang (juga) harus dihormati karena itu juga merupakan takdir dan kehendak Allah. (hah????!!!) ada-ada aja ya..jelas-jelas Allah hanya menciptakan laki-laki dan perempuan, bukan yang ditengah-tengah antara laki-laki dan perempuan...

ohya, tadi kutipan dari Al-Imam An-nawawi menggolongkan al-mukhonats dalam dua jenis. jenis yang pertama..adalah almukhonats yang sudah diciptakan sejak lahir, dan al-mukhonats yang dibuat-buat. meskipun demikian, jika dalam diri seorang al-mukhonats jenis pertama tidak berusaha dan berkeras berjuang menghilangkan sifat kewanita-wanitaannya, maka ia juga dikategorikan pada al-mukhonats jenis kedua. yang berarti ancaman dosanya pun akan sama. cekidot :


Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuma , beliau berkata:

“Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang meyerupai laki-laki.” (HR. Al-Bukhari no. 5885)


Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu dia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Daud No. 4098)


Adapun hukuman bagi Al-Mukhonats adalah sebagaimana diperintahkan oleh Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam dalam hadits Abu Hurairoh Rhadiyallahu ‘anhu :

“Sesungguhnya didatangkan kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam seorang Al-Mukhonats, dan dia telah mewarnai tangan dan kakinya dengan hina’ (Pewarna alami untuk kuku,rambut atau kulit. Pent). Maka Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam berkata ; “Ada apa dengan orang ini ??” maka diakatakan pada beliau, Wahai Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassallam dia menyerupai wanita. Maka beliau memerintahkan (hukuman) dan kemudian orang tersebut diasingkan ke An-Naqie’. Maka para sahabat berkata : ” Wahai Rasulullah , Apakah tidak kita bunuh ??? maka beliau menjawab, ” Sesungguhnya aku dilarang untuk membunuh orang-orang yang sholat” (HR. Abu Dawud No. 4928 Dishohihkan oleh Al-Albani Rahimahullahu)


duuuh sereeem ya, mau gak dilaknat...???? Insyaallah gak ada yang mau kan? kalo gitu, yuk sama-sama berdoa semoga dijauhkan dan dilindungi dari hal-hal yang menyebabkan laknat Rasulullah dan murka Allah pada kita semua. aamiin





Selasa, 19 Maret 2013

JAN to the Da



Seorang teman perempuan sy, muslimah mengaku "anti" pakai baju/ barang-barang berwarna ungu. sy, yang memang teman baiknya sebenernya gak kaget kaget amat. ingatan sy langsung flashback ke kira-kira dua tahun yang lalu, yang mungkin musibah itulah yang membuat dia anti warna ungu.. .
ya, musibah yang merupakan takdir Allah yang embuatnya menyandang predikat "janda". Hhhhm miris, bukan karena warna ungunya, tapi miris ketika lagi-lagi menyadari kenyataan yang berkembang ditengah-tengah masyarakat kita. benarkan semua janda negatif??
Sebenarnya, 'janda", "duda", "perawan", "perjaka" itu hanya sekedar STATUS, ya! hanya STATUS bukan merupakan gambaran Akhlak seseorang. Terkadang dalam hidup seseorang harus berhadapan dengan pilihan yang sulit bila masalah akhirnya menyebabkan pernikahannya kandas. Atau ketika kuasa Allah bicara lain dari rencana sepasang manusia, dan membuat yang ditinggalkan harus menjalani hidup sendiri. Dan dalam islam sendiri, status janda merupakan posisi yang harus dihormati. bukankah Rasulullah pun beristrikan seorang janda yang ditinggal suaminya syahid di medan perang? dan bukan jugakah sepeninggalnya Rasulullah, para istrinya menyandang status janda juga??

(speechless)*******

sayangnya memang di masyarakat kita, janda seperti lazim jadi objek bulan-bulanan. dan pastinya peran tayangan atau film yang sama sekali tidak mendidik yang paling bertanggung jawab pada penggiringan opini negatif status janda. seolah-olah, dalam film, seorang janda selalu berpakaian seronok, berjalan berlenggak lenggok, penggoda laki-laki dan lain-lain, ah!tendensius sekali.

Ayolah...masa sih hari gini masiiiihhh aja mau percaya ama tayangan gak mendidik gitu..?? mau janda, atau perawan urusan akhlak itu adalah urusan sebongkah daging (hati) individunya sendiri. buktinya teman sy yang anti baju ungu itu...subhanallah kata-katanya, perbuatannya, pergaulannya sangat terjaga. pakaian yang dikenakanya pun sangat terjaga, dengan pakaian longgar, tidak ketat, tidak transparan, dan hijab yang menjulur menutupi dada. sekalipun sy belum pernah melihatnya berkhalwat dengan laki-laki non mahram. dan satu lagi, dia janda! janda yang setiap harinya diisi hal-hal positif dan selalu berusaha mendekatkan dirinya pada Allah.

Status, apapun itu, apalagi seorang janda, mestinya membuat kita berpikir keras. Berpikir bagaimana si wanita itu menghidupi keluarganya, kalau dia memiliki anak . Berpikir bagaimana bisa berlaku profesional di kantor, bukannya menyulut gosip-gosip iseng tentang kawan kerja yang seorang janda. Semestinya kita terus belajar dengan berkaca pada orang lain, karena di beberapa hal bisa jadi kita ini lebih beruntung. dan yang penting diingat, ketika kita memutuskan untuk memberikan cap tertentu pada sebuah status, tengoklah kembali siapa diri kita sebenarnya ini ...apakah yakin sholat kita diterima Allah? berapa banyak amalan-amalan kita yang diterima Allah...dan apakah-apakah lainnya yang bisa menyibukan kita pada kesibukan mencari ridho Allah.

lagipula, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:



, “Wanita itu dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah agamanya, (kalau tidak) engkau akan celaka.”

(HR Bukhari dan Muslim)

bukan pada statusnya kan????, maka bersabarlah saudari-saudariku...janda bukanlah aib, bukan juga hina...

“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah’, kemudian mereka bersikap istiqamah, maka akan turun malaikat kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’”(Fushshilat:30)


****teruntuk saudariku yang sholihah****




Minggu, 17 Maret 2013

alif ba ta tsa


Putri kecil sholihah sy, aisyah afrah putri setiaji semangat belajarnya luar biasa. terutama belajar membaca. Apaaaa aja dibacanya (padahal belum bisa baca :D) loh kok bisa...? maksudnya baca hurufnya doang :D. tapi...yang paling membahagiakan hati sy sebagai seorang ibu adalah disaat aisyah dengan sukses bica kenal dan baca huruf hijaiyyah, dari "alif" sampai "ya". bahkan ia bisa membedakan huruf yang sama, dengan perbedaan titik adalah dua huruf dengan bacaan yang berbeda. Lucu deh, bibir mungilnya lincah nyebut satu persatu huruf yang ditunjuk abinya " alif, jim, shot (Shod), wau, ya, hanjah (hamzah), dst dst. Kata suami saya, gak ada istilah autodidak, atau bakat alam buat menyebut kemampuan seseorang yang bisa sesuatu tanpa lewat belajar formal dan diajar tutor. yang ada namanya Allah-didak, karena Allah yang menganugerahkan segala ilmu pengetahuan bagi manusia. dan memang proses aisyah kenal huruf hijaiyyah lewat proses Allah-didak. tanpa paksaan atau tekanan apalagi target yang menuntutnya harus ini dan itu. Kami hanya mengenalkannya secara audio visual lewat DVD judulnya " belajar hijaiyyah". bagus deh DVDnya, ada tokoh utamanya "abang sholeh" kartun yang jadi tutornya. selain menyebutkan huruf-huruf hijaiyyah, abang sholeh juga memberi contoh penggunaan huruf hijayyah untuk benda/binatang. tiga bahasa lagi! arab, inggris, indonesia. jadilah aisyah kecil berumur 23 bulan, hafal dan kenal hijayyah berikut contoh-contohnya dalam 3 bahasa. contohnya huruf "mim" untuk Mizholatun (arab), payung (indonesia), dan umbrella(inggris) hihihi, anak ummi jadi pintar deh ^_^ ''bacalah olehmu akan al-Quran, sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya" aaaah Ya Allah ....jadikanlah kami semua, beserta anak cucu kami menjadi orang-orang yang mencintai Al-quran....

Kamis, 07 Maret 2013

Aisyah & Jilbab

Kata pepatah, ala bisa karena biasa. artinya kurang lebih adalah sesuatu yang awalnya asing, tapi jadi bisa kita lakukan karena pola membiasakan dan akhirnya terbiasa. ya kira-kira gitu deh awal mula sy memperkenalkan aisyah, putri pertama yang sekarang umurnya hampir 2 tahun sekarang buat pake jilbab. sy inget, waktu itu umur aisyah masih 1 pekan di bumi Allah, dan kaya bayi-bayi baru lahir lainnya aisyah dapet banyak kado dari keluarga besar dan temen-temen ummi, abi, kakek, neneknya. Hadiah yang paling berkesan waktu itu dari "tante rahma, rima, sama oom diko" selain isinya paling banyak (hehe) ada baju muslim ama kerudungnya pula, cantik deh ^_^. Subhanallah... seolah-olah ngingetin komitment awal tentang penanaman berjilbab sedini mungkin yang pernah "terazzam". ada yang bilang, cantik, lucu, sampe adaaaaa aja yang bilang kasian, kepanasan, masa anak bayi udah dikrudungin gitu, jadi warna perjuangan aisyah kecil untuk berjilbab :D kalo dibilang cantik, lucu, apalagi ada tambahan "kaya umminya" ya sy bilang Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang udah menganugerahkan kecantikan buat putri kecil kami. dan Astaghfirullah...semoga Allah makin menguatkan dan meluruskan niat kami agar semata-mata karena ketaatan pada aturan Allah saja , kami mendidik aisyah berjilbab sedini mungkin. hukum berjilbab atas wanita muslimah, suatu ketetapan yang tidak bisa ditawar-tawar atau ditolak dengan dalih apapun, karena Allah yang kita sembah dengan ibadah shalat dan yang lainnya, Dialah juga yang mewajibkan wanita muslimah untuk berjilbab. Sebagai orangtua pengemban amanah-Nya atas anak yang dititipkan, pastilah kami sangat menyesal, merugi ketika kelak dimuka peradilan Allah, aisyah menunjuk kami sebagai orangtua yang mendurhakai anaknya, karena mengabaikan hak dan kewajiban mereka tentang pengetahuan aturan-aturan Allah. karenanya, bukan masalah terlalu disiplin atau tega yang membuat kami memakaikan jilbab kembali ketika aisyah kecil menarik jilbab dari kepalanya. Bukan juga perasaan tak perduli pada rengekan dari mulut kecilnya yang "mungkin" merasa gerah. tapi justru karena kami mencintaimu, nak...mencintaimu karena Allah...dan kami menginginkan kelak aisyah juga mencintai dan dicintai Allah karena ketaatan yang jadi perisaimu, nak (T_T) Allah berfirman: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59). Ya, perintah berjilbab udah diturunkan, kewajiban kita adalah mentaatinya tanpa ada tawar-menawar. meskipun aisyah belum ada kewajiban berjilbab, tapi pendidikan akan aturan Allah pada muslimah yang satu ini harus segera mungkin disosialisasikan, biar ketika sampai waktunya, aisyah udah terbiasa, tanpa tawar-menawar apalagi menolak. semoga pada saatnya nanti, aisyah bisa meneladani para "generasi terbaik" ketika aturan Allah diturunkan. . . . Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan jilbab kedadanya..” (QS. An-Nuur:31). Ayat tersebut menjelaskan tentang perintah untuk menutup aurat bagi wanita muslimah. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits yang menggambarkan saat-saat setelah turunnya ayat perintah menutup aurat yang pertama, yaitu Surat An-Nuur ayat 31: “Bahwasannya ‘Aisyah r.a berkata: “Ketika turun ayat ‘..dan hendaklah mereka menutupkan “khumur” –jilbab- nya ke dada mereka..’ maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Bukhari) subhanallah pantaslah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat), kemudian generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya (tabi’ut tabi’in)”. (HR. Bukhari-Muslim). Lihatlah semangat ketaatan muslimah kala itu untuk tunduk dan patuh pada perintahkan Allah dan Rasul-Nya. Para wanita muslimah yang mendengarkan perintah tersebut dimana saja mereka berada segera melaksanakan perintah menutup hijab tanpa berpikir panjang dan bertanya tentang alasannya, bahkan disebutkan pula bahwa sampai-sampai mereka tidak tahu apabila sedang berjalan ke depan atau belakang. Mereka tidak punya waktu untuk memodifikasinya karena memang hal tersebut adalah langsung dari Allah. Tidak ada diantara wanita muslimah tersebut yang mengatakan tidak siap seperti yang sering menjadi alasan wanita pada zaman sekarang. ------- dan.....hari ini..Aisyah kecil mulai terbiasa dengan jilbabnya, setiap diajak keluar rumah, mujahidah kecil ummi selalu bilang, "mi kudung , mi kudung" yang artinya dia minta pake jilbab ^_^, atau dilain waktu "mi...kudung mi...mayuuu" yang artinya dia minta pake jilbab(kerudung) karena malu kalo gak pake kerudung ^_^ Subhanallah....aisyah makin cantik, sholihah ya nak (kishug) (aisyah sama kakek : pake jilbab dari tante rima & rahma)

blog baru lagi :D

sebenernya sih ini bukan blog pertama, blog kesekian dan kesekian yang saya punya. tapi tetep aja nasibnya sama kaya blog-blog sy yang lainnya yang minim posting, karena minim inspirasi nulis. tapi kali ini lebih mujur karena sy tulis dengan detail username, email, n passwordnya di hp biar gak terpaksa gulung tikar gara-gara lupa dan gak bisa login :D. abis bingung sih, punya blog tapi mau postingin apa. padahal, kata temen sy sih ya, nulis blog itu gampang, tinggal curhat, sama kaya curhat di diary...(masalahnya sy jarang curhat, apalagi nulis diary...) biar suami dan Allah aja sebaik-baiknya tempat curhat (cah elllaaaah :D). <<<<-------- padahal ini juga lagi curhat gimana susahnya bikin postingan di blog :D . tapi yasudahlah, sy mau coba-coba aja nulis apa aja yang meskipun sebenernya gak penting untuk ditulis, yang penting pas ditanya orang "lo punya blog gak?" kan enak kalo jawabnya "punya doooong" hehehe (tapi sejauh ini gak ada yg nanya juga tuh)