Seorang teman perempuan sy, muslimah mengaku "anti" pakai baju/ barang-barang berwarna ungu. sy, yang memang teman baiknya sebenernya gak kaget kaget amat. ingatan sy langsung flashback ke kira-kira dua tahun yang lalu, yang mungkin musibah itulah yang membuat dia anti warna ungu.. .
ya, musibah yang merupakan takdir Allah yang embuatnya menyandang predikat "janda". Hhhhm miris, bukan karena warna ungunya, tapi miris ketika lagi-lagi menyadari kenyataan yang berkembang ditengah-tengah masyarakat kita. benarkan semua janda negatif??
Sebenarnya, 'janda", "duda", "perawan", "perjaka" itu hanya sekedar STATUS, ya! hanya STATUS bukan merupakan gambaran Akhlak seseorang. Terkadang dalam hidup seseorang harus berhadapan dengan pilihan yang sulit bila masalah akhirnya menyebabkan pernikahannya kandas. Atau ketika kuasa Allah bicara lain dari rencana sepasang manusia, dan membuat yang ditinggalkan harus menjalani hidup sendiri. Dan dalam islam sendiri, status janda merupakan posisi yang harus dihormati. bukankah Rasulullah pun beristrikan seorang janda yang ditinggal suaminya syahid di medan perang? dan bukan jugakah sepeninggalnya Rasulullah, para istrinya menyandang status janda juga??
(speechless)*******
sayangnya memang di masyarakat kita, janda seperti lazim jadi objek bulan-bulanan. dan pastinya peran tayangan atau film yang sama sekali tidak mendidik yang paling bertanggung jawab pada penggiringan opini negatif status janda. seolah-olah, dalam film, seorang janda selalu berpakaian seronok, berjalan berlenggak lenggok, penggoda laki-laki dan lain-lain, ah!tendensius sekali.
Ayolah...masa sih hari gini masiiiihhh aja mau percaya ama tayangan gak mendidik gitu..?? mau janda, atau perawan urusan akhlak itu adalah urusan sebongkah daging (hati) individunya sendiri. buktinya teman sy yang anti baju ungu itu...subhanallah kata-katanya, perbuatannya, pergaulannya sangat terjaga. pakaian yang dikenakanya pun sangat terjaga, dengan pakaian longgar, tidak ketat, tidak transparan, dan hijab yang menjulur menutupi dada. sekalipun sy belum pernah melihatnya berkhalwat dengan laki-laki non mahram. dan satu lagi, dia janda! janda yang setiap harinya diisi hal-hal positif dan selalu berusaha mendekatkan dirinya pada Allah.
Status, apapun itu, apalagi seorang janda, mestinya membuat kita berpikir keras. Berpikir bagaimana si wanita itu menghidupi keluarganya, kalau dia memiliki anak . Berpikir bagaimana bisa berlaku profesional di kantor, bukannya menyulut gosip-gosip iseng tentang kawan kerja yang seorang janda. Semestinya kita terus belajar dengan berkaca pada orang lain, karena di beberapa hal bisa jadi kita ini lebih beruntung. dan yang penting diingat, ketika kita memutuskan untuk memberikan cap tertentu pada sebuah status, tengoklah kembali siapa diri kita sebenarnya ini ...apakah yakin sholat kita diterima Allah? berapa banyak amalan-amalan kita yang diterima Allah...dan apakah-apakah lainnya yang bisa menyibukan kita pada kesibukan mencari ridho Allah.
lagipula, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda:
, “Wanita itu dinikahi karena empat hal. Karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya. Maka pilihlah agamanya, (kalau tidak) engkau akan celaka.”
(HR Bukhari dan Muslim)
bukan pada statusnya kan????, maka bersabarlah saudari-saudariku...janda bukanlah aib, bukan juga hina...
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, ‘Rabb kami ialah Allah’, kemudian mereka bersikap istiqamah, maka akan turun malaikat kepada mereka (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.’”(Fushshilat:30)
****teruntuk saudariku yang sholihah****
Tidak ada komentar:
Posting Komentar