Cinta Kerja Harmoni

)I( Cinta Kerja Harmoni )I(

Kamis, 07 Maret 2013

Aisyah & Jilbab

Kata pepatah, ala bisa karena biasa. artinya kurang lebih adalah sesuatu yang awalnya asing, tapi jadi bisa kita lakukan karena pola membiasakan dan akhirnya terbiasa. ya kira-kira gitu deh awal mula sy memperkenalkan aisyah, putri pertama yang sekarang umurnya hampir 2 tahun sekarang buat pake jilbab. sy inget, waktu itu umur aisyah masih 1 pekan di bumi Allah, dan kaya bayi-bayi baru lahir lainnya aisyah dapet banyak kado dari keluarga besar dan temen-temen ummi, abi, kakek, neneknya. Hadiah yang paling berkesan waktu itu dari "tante rahma, rima, sama oom diko" selain isinya paling banyak (hehe) ada baju muslim ama kerudungnya pula, cantik deh ^_^. Subhanallah... seolah-olah ngingetin komitment awal tentang penanaman berjilbab sedini mungkin yang pernah "terazzam". ada yang bilang, cantik, lucu, sampe adaaaaa aja yang bilang kasian, kepanasan, masa anak bayi udah dikrudungin gitu, jadi warna perjuangan aisyah kecil untuk berjilbab :D kalo dibilang cantik, lucu, apalagi ada tambahan "kaya umminya" ya sy bilang Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang udah menganugerahkan kecantikan buat putri kecil kami. dan Astaghfirullah...semoga Allah makin menguatkan dan meluruskan niat kami agar semata-mata karena ketaatan pada aturan Allah saja , kami mendidik aisyah berjilbab sedini mungkin. hukum berjilbab atas wanita muslimah, suatu ketetapan yang tidak bisa ditawar-tawar atau ditolak dengan dalih apapun, karena Allah yang kita sembah dengan ibadah shalat dan yang lainnya, Dialah juga yang mewajibkan wanita muslimah untuk berjilbab. Sebagai orangtua pengemban amanah-Nya atas anak yang dititipkan, pastilah kami sangat menyesal, merugi ketika kelak dimuka peradilan Allah, aisyah menunjuk kami sebagai orangtua yang mendurhakai anaknya, karena mengabaikan hak dan kewajiban mereka tentang pengetahuan aturan-aturan Allah. karenanya, bukan masalah terlalu disiplin atau tega yang membuat kami memakaikan jilbab kembali ketika aisyah kecil menarik jilbab dari kepalanya. Bukan juga perasaan tak perduli pada rengekan dari mulut kecilnya yang "mungkin" merasa gerah. tapi justru karena kami mencintaimu, nak...mencintaimu karena Allah...dan kami menginginkan kelak aisyah juga mencintai dan dicintai Allah karena ketaatan yang jadi perisaimu, nak (T_T) Allah berfirman: “Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min:”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka“. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59). Ya, perintah berjilbab udah diturunkan, kewajiban kita adalah mentaatinya tanpa ada tawar-menawar. meskipun aisyah belum ada kewajiban berjilbab, tapi pendidikan akan aturan Allah pada muslimah yang satu ini harus segera mungkin disosialisasikan, biar ketika sampai waktunya, aisyah udah terbiasa, tanpa tawar-menawar apalagi menolak. semoga pada saatnya nanti, aisyah bisa meneladani para "generasi terbaik" ketika aturan Allah diturunkan. . . . Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan jilbab kedadanya..” (QS. An-Nuur:31). Ayat tersebut menjelaskan tentang perintah untuk menutup aurat bagi wanita muslimah. Imam Bukhari meriwayatkan sebuah hadits yang menggambarkan saat-saat setelah turunnya ayat perintah menutup aurat yang pertama, yaitu Surat An-Nuur ayat 31: “Bahwasannya ‘Aisyah r.a berkata: “Ketika turun ayat ‘..dan hendaklah mereka menutupkan “khumur” –jilbab- nya ke dada mereka..’ maka para wanita segera mengambil kain sarung, kemudian merobek sisinya dan memakainya sebagai jilbab.” (HR. Bukhari) subhanallah pantaslah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat), kemudian generasi berikutnya (tabi’in) kemudian generasi berikutnya (tabi’ut tabi’in)”. (HR. Bukhari-Muslim). Lihatlah semangat ketaatan muslimah kala itu untuk tunduk dan patuh pada perintahkan Allah dan Rasul-Nya. Para wanita muslimah yang mendengarkan perintah tersebut dimana saja mereka berada segera melaksanakan perintah menutup hijab tanpa berpikir panjang dan bertanya tentang alasannya, bahkan disebutkan pula bahwa sampai-sampai mereka tidak tahu apabila sedang berjalan ke depan atau belakang. Mereka tidak punya waktu untuk memodifikasinya karena memang hal tersebut adalah langsung dari Allah. Tidak ada diantara wanita muslimah tersebut yang mengatakan tidak siap seperti yang sering menjadi alasan wanita pada zaman sekarang. ------- dan.....hari ini..Aisyah kecil mulai terbiasa dengan jilbabnya, setiap diajak keluar rumah, mujahidah kecil ummi selalu bilang, "mi kudung , mi kudung" yang artinya dia minta pake jilbab ^_^, atau dilain waktu "mi...kudung mi...mayuuu" yang artinya dia minta pake jilbab(kerudung) karena malu kalo gak pake kerudung ^_^ Subhanallah....aisyah makin cantik, sholihah ya nak (kishug) (aisyah sama kakek : pake jilbab dari tante rima & rahma)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar